Get Adobe Flash player

Quotes Of The Day

Di dalam kehidupan, sama dengan permainan catur,
siapa yang berpikir panjanglah yang akan menang.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~
by Mr. Blue Sotoy


Mendahulukan kebaikan yang bisa kita lakukan hari ini,
jauh lebih baik daripada hanya merisaukan masalah yang ada..

~~~~~~~~~~~~~~~~~~
by Mario Teguh

IntermeZZooo….

"Cinta adalah ketertarikan hebat yang tidak masuk akal, agar sepasang jiwa mengupayakan kebersamaan sebagai pasangan yang menghasilkan keturunan yang melanjutkan kehidupan."

"Kasih sayang adalah keputusan sadar untuk menjadikan kebersamaan seseorang dengan pribadi pilihannya sebagai sahabat yang membesarkan kehidupan."

Cinta bisa berlangsung sesaat, dan kasih sayang-lah yang melanjutkannya sampai kapan pun.

~~~~~~~~~~~~~
by Mario Teguh

Ads by Estobayus

Jadikan Ibu Siami Teladan Kejujuran dalam Pendidikan di Sumatera Barat dan Indonesia

Ada wacana menarik mengemuka akhir-akhir ini (Juni 2011) bahwasanya semakin jelas terlihat budaya kejujuran sudah mulai menghilang dari kehidupan rakyat Indonesia. Saat para mahasiswa beramai-ramai berdemo hingga menumpahkan darah bahkan mengorbankan jiwa, ternyata sebagian besar rakyat justru terlena dengan budaya kapitalisme yang dilandasi oleh korupsi, kolusi dan nepotisme – dimana hal tersebut menjadi dasar reformasi.

Saat para mahasiswa berkorban nyawa, ternyata rakyat tidak berubah, saat mahasiswa menuntut pemangku jabatan untuk berperilaku jujur, ternyata rakyatnya justru mendorong ketidakjujuran. Budaya malu memang sudah menghilang bahkan hingga lapisan masyarakat paling bawah.

Kejadian nyata terlihat dari perilaku Ibu Siami yang denga berani untuk mengungkapkan kejujuran namun kejujuran itu dianggap sebagai kesalahan, bahkan sebagai aib bagi masyarakat. Di era reformasi ini setiap orang yang berusaha jujur akan langsung tergerus, terhancurkan, tersingkirkan kehidupannya dari tatanan masyarakat. Lihatlah banyak “whistle blower” kasus korupsi yang sekarang justru di bui, bagaimana semangat seorang Antasari Azhar justru dimentahkan oleh mafia peradilan tingkat tinggi, dan bagaimana pula mereka yang bisa memberikan kejujuran lebih banyak di hadapan hukum justru mendapatkan hukuman paling berat.

 

Ini adalah petisi yang dibuat oleh putra bangsa yang masih menghargai kejujuran sebagai nilai budaya dan sosial yang harus dijunjung tinggi.

 

To: Gubernur Sumatera Barat

Kepada Yth; Gubernur Sumatera Barat.

KAMI MENDUKUNG IBU SIAMI DITETAPKAN SEBAGAI TELADAN KEJUJURAN DALAM PENDIDIKAN DI SUMATERA BARAT DAN INDONESIA.

“Diusir Warga karena Lapor Contek Massal
Ny Siami, Si Jujur yang Malah Ajur

Siami dituding sok pahlawan setelah melaporkan wali kelas anaknya, yang diduga merancang kerjasama contek-mencontek dengan menggunakan anaknya sebagai sumber contekan.

Sebelumnya, Siami mengatakan, dirinya baru mengetahui kasus itu pada 16 Mei lalu atau empat hari setelah Unas selesai. Itu pun karena diberi tahu wali murid lainnya, yang mendapat informasi dari anak-anak mereka bahwa Al, anaknya, diplot memberikan contekan. Al sendiri sebelumnya tidak pernah menceritakan ‘taktik kotor’ itu. Namun, akhirnya sambil menangis, Al, mengaku. Ia bercerita sejak tiga bulan sebelum Unas sudah dipaksa gurunya agar mau memberi contekan kepada seluruh siswa kelas 6. Setelah Al akhirnya mau, oknum guru itu diduga menggelar simulasi tentang bagaimana caranya memberikan contekan.

Siami kemudian menemui kepala sekolah. Dalam pertemuan itu, kepala sekolah hanya menyampaikan permohonan maaf. Ini tidak memuaskan Siami. Dia penasaran, apakah skenario contek-mencontek itu memang didesain pihak sekolah, atau hanya dilakukan secara pribadi oleh guru kelas VI.

Setelah itu, dia mengadu pada Komite Sekolah, namun tidak mendapat respons memuaskan, sehingga akhirnya dia melaporkan masalah ini ke Dinas Pendidikan serta berbicara kepada media, sehingga kasus itu menjadi perhatian publik.

Dan perkembangan selanjutnya, warga dan wali murid malah menyalahkan Siami dan puncaknya adalah aksi pengusiran terhadap Siami pada Kamis kemarin. Situasi panas sebenarnya sudah terasa sehari menjelang pertemuan. Hari Rabu (8/6), warga sudah lebih dulu menggeruduk rumah Siami di Jl Gadel Sari Barat.

Demo itu mendesak Ny Siami meminta maaf secara terbuka. Namun, Siami berjanji menyampaikannya, Kamis.

Pertemuan juga dihadiri Ketua Tim Independen, Prof Daniel M Rosyid, Ketua Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dindik Tandes, Dakah Wahyudi, Komite Sekolah, dan sejumlah anggota DPRD Kota Surabaya. Satu jam menjelang mediasi, sudah banyak massa terkonsentrasi di beberapa gang.

Pukul 09.00 WIB, tampak Ny Siami ditemani kakak dan suaminya, Widodo dan Saki Edi Purnomo mendatangi Balai RW. Mereka berjalan kaki karena jarak rumah dengan balai pertemuan ini sekitar 100 meter. Massa yang sudah menyemut di sekitar balai RW langsung menghujat keluarga Siami.

Mereka langsung mengepung keluarga ini. Beberapa polisi yang sebelumnya memang bersiaga langsung bertindak. Mereka melindungi keluarga ini untuk menuju ruang Balai RW. Warga kian menyemut dan terus memadati balai pertemuan. Ratusan warga terus merangsek. Salah satu ibu nekat menerobos. Namun, karena yang diizinkan masuk adalah perwakilan warga, perempuan ini harus digelandang keluar oleh petugas.

****

Setelah Siami diberi kesempatan berbicara, keributan langsung pecah. Suara massa di luar balai RW terus membahana, menghujat keluarga Siami. Padahal saat itu, Siami sedang menyiapkan mental dengan berdiri di hadapan warga.

Meski sudah berusaha tegar, namun ibu dua anak ini mulai lemah. Dia tampak berdiri merunduk sementara kedua matanya sudah mengeluarkan air mata. “Saya minta maaf kepada semua warga…” ucap Siami yang tak sanggup lagi meneruskan kalimatnya.

Namun, sang suami terus membimbing, membuat perempuan ini kembali melanjutkan pernyataan maaf. Namun, suasana kian ricuh karena massa terus berteriak “usir”. Baik petugas polisi dan tokoh masyarakat berusaha menenangkan situasi. Baru kemudian kembali terdengar suara Siami.

Dengan tangan gemetar dan ketegaran yang dipaksakan, Siami kembali berucap, “Saya tidak menyangka permasalahan akan seperti ini. Saya hanya ingin kejujuran ada pada anak saya. Saya sebelumnya sudah berusaha menyelesaikan persoalan dengan baik-baik.”

Pernyataan tulus Siami tidak juga membuat massa tenang, sampai akhirnya polisi memutuskan untuk mengevakuasi Siami dan keluarganya. Siami diarahkan ke mobil polisi dengan pengamanan pagar betis. Namun massa tetap berusaha merangsek, ingin meraih tubuh Siami. Sejumlah warga bahkan sempat menarik-narik kerudung Siami hingga hampir terlepas. Siami akhirnya berhasil diamankan ke Mapolsek Tandes.

Baik Ny Siami dan suaminya enggan memberi komentar usai kericuhan. Namun, kakak kandung Siami, Saki, mengakui bahwa adiknya saat ini dalam tekanan yang luar biasa. “Dia tak tahan lagi dengan tekanan warga. Sampai tidak mau makan hari-hari ini. Nanti kami akan merasa tenang jika di Gresik,” kata Saki. Benjeng, Gresik adalah daerah asal Siami. Saat ini Al, anak Siami yang dipaksa memberi contekan, juga diungsikan ke Benjeng setelah rumahnya beberapa kali didemo warga.

****

Budaya sakit

Prof Daniel M Rosyid yang juga Penasihat Dewan Pendidikan Jatim, menyesalkan tindakan warga Gadel yang berencana mengusir keluarga Siami, ibunda Al. “Tuntutan warga untuk mengusir keluarga Al tidak masuk akal. Itu tidak bisa dituruti,” katanya.

Daniel menilai tuntutan warga tersebut sudah tidak rasional. Perbuatan benar yang dilakukan ibu Al, Siami, dinilai warga justru malah salah. Tindakan menyontek rupanya sudah mengakar dan menjadi kebiasaan bahkan budaya di masyarakat. “Warga ternyata sakit,” katanya.

Lagi pula Kepala Sekolah Sukatman dan dua guru kelas VI, Fatkhur Rohman dan Prayitno, sudah legowo dan menerima keputusan sanksi yang diberikan. “Saya kira ini kalau dibiarkan masyarakat akan sakit terus. Orang jujur malah ajur, ini harus kita cegah,” papar Daniel.

Sumber; http://www.surya.co.id/2011/06/10/ny-siami-si-jujur-yang-malah-ajur

Sincerely,

 

originally created by and written by Siswa Harapan Sumbar (mr.habray@gmail.com)

 

Jika Anda ingin mendukung petisi ini silahkan kunjungi halaman ini:

http://www.petitiononline.com/ibusiami/petition.html

 

Kejujuran memang tidak bisa membuat perut kenyang, namun dengan kejujuran kita tidak mengambil hak orang lain untuk kenyang.

 

Kutipan menarik:

Syarat untuk berhasil
dalam tiga pilihan Anda,
adalah kejujuran.

Orang yang tidak jujur,

A. mungkin menjadi menteri atau presiden
tapi akan dibantai derajatnya walau masih menjabat

B. mungkin dia menjadi konglomerat
tapi harus bersembunyi agar tidak dipenjara

C. jangan sampai pensiun dan
dikunjungi cucu-cucu yang lucu, di penjara.

Yang terbaik,
adalah menjadi orang jujur
yang bermanfaat bagi sesama.

Mario Teguh

One Response to Jadikan Ibu Siami Teladan Kejujuran dalam Pendidikan di Sumatera Barat dan Indonesia

  • Oke bro..setuju sekali dengan pendapatnya. Mari kita dukung Ibu Siami, jangan biarkan moralitas para pendidik kita jadi semakin rusak. Gimana generasi penerus mau jadi orang jujur kalo gurunnya sendiri ternyata ngajarin muridnya yang ngga bener..!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>


Ads by Estobayus

Today

February 2012
M T W T F S S
« Jun    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
272829  

Special Offer




Get our toolbar!

Get Connected With Me


Facebook Kaskus Twitter Google Yahoo Foursquare





Komunitas Blogger Indonesia

Go to IntenseDebate

Chit Chat

Get Entertained


I'm proud to be Indonesian
Where the magic never ends

Our Ranks

Shopping Cart

Your shopping cart is empty

Visit the shop